Friday, November 27, 2020

KISI - KISI GEOGRAFI KLS XI MA YASMIN

BIOSFER Biosfer adalah lapisan lingkungan di permukaan bumi, air, atmosfer yang mendukung kehidupan organisme.

Pengertian Hutan Heterogen

Tentunya kita pasti pernah mendengar sebelumnya mengenai hutan heterogen. Hutan homongen telah menjadi perbincangan kita pada artikel sebelumnya. Sekarang kita akan membahas mengenai lawannya, yakni hutan hutan heterogen. Kebalikan dari hutan homogen yang merupakan hutan yang terdiri atas satu jenis pohon saja, hutan heterogen merupakan jenis hutan yang terdiri atas berbagai jenis pepohonan. Jenis- jenis pohon yang ada di hutan heterogen ini sangatlah beragam. Sehingga apabila kita berada di hutan heterogen, pasti kita akan menemukan berbagai macam jenis pohon dan juga berbagai macam ukuran dari pohon- pohon tersebut. Tidak hanya jenis dan ukuran saja, terkadang kita juga dapat menjumpai warna dari tanaman yang berbeda- beda antara satu dengan lainnya.

Hutan dikenal sebagai hamparan lahan yang luas, yang biasanya ditumbuhi banyak pohon. Selain itu, di dalamnya juga terdapat berbagai jenis satwa liar dan sumber daya alam yang membentuk ekosistem yang khas. Hutan bisa terdapat di daerah daratan dan perairan yang dibedakan bentang alamnya. Seperti beberapa jenis hutan di bawah ini. Yuk, kita lihat ada hutan apa saja!

1. Hutan Pegunungan

Hutan ini terletak di daerah pegunungan yang ketinggiannya melebihi 1.000 meter dari permukaan laut (dpl). Hutan pegunungan ini dibagi lagi menjadi 3 jenis, seperti:

2. Hutan Dataran Rendah

Sesuai dengan namanya, hutan ini terdapat di daerah dataran rendah yang ketinggiannya berada di bawah 1.000 meter dpl

3. Hutan Pantai

Hutan ini terletak di area pantai atau yang berdekatan dengan pantai.

4. Hutan Perairan

Hutan perairan adalah kawasan perairan darat atau laut yang banyak ditumbuhi tumbuhan air atau terumbu karang. Hutan ini biasanya kaya dengan berbagai tumbuhan dan hewan yang hidup dalam ekosistemnya.

5. Hutam Gambut

Disebut hutan gambut karena tanahnya tersusun dari gambut. Gambut di sini maksudnya adalah hasil pelapukan pepohanan yang sudah hidup jutaan tahun lamanya. Struktur tanah hutan gambut biasanya ringan, gembur, dan mengandung banyak air. Sehingga jika kita injak, akan terasa seperti membal. Lahan gambut ini juga menjadi tempat penyimpanan karbon dunia.

6. Hutan Rawa

Hutan ini berdiri di atas lahan yang basah. Saat musim hujan tiba, biasanya hutan rawa akan tergenang dengan air dan selalu basah.

7. Hutan Mangrove

Hutan mangrove biasanya ditumbuhi oleh pohon-pohon mangrove yang tumbuh dengan rapat di sekitar kawasan pantai atau air. Hutan ini sangat besar manfaatnya untuk menahan pengikisan bantuan (abrasi) dari serangan air laut. Selain itu, hutan mangrove juga menjadi tempat berkembang biak yang nyaman bagi fauna laut.

8. Hutan Batu Kapur

Hutan ini tumbuh di atas tanah dengan batuan yang berkapur

9. Savana

Savana adalah hutan yang terdiri dari padang rumput yang terhampar luas.

Padang Savana atau biasa orang Indonesia menyebutnya Sabana, adalah padang rumput yang dipenuhi oleh semak/perdu dan diselingi oleh beberapa jenis pohon yang tumbuh menyebar, seperti palem dan akasia.

Faktor biotik yang berpengaruh paling dominan terhadap tatanan kehidupan makhluk hidup di permukaan bumi adalah manusia. Melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia dapat membudi dayakan beberapa jenis tumbuhan dan binatang di luar habitat aslinya. Bentang alam yang ada juga dapat diubah oleh manusia, seperti hutan alami menjadi daerah pertanian atau permukiman.

Selain manusia, faktor biotik yang memengaruhi tatanan kehidupan adalah tumbuhan. Dalam hal ini, tumbuhan yang lebih besar merupakan tempat perlindungan bagi tumbuhan yang lebih kecil yang menempel maupun yang hidup di bawahnya, dan juga tempat perlindungan bagi binatang yang hidup di daerah tersebut. Adapun binatang juga memiliki peranan yang sangat penting bagi pertumbuhan, perkembangan, dan penyebaran berbagai jenis vegetasi. Sebagai contoh, serangga menjadi media yang membantu dalam penyerbukan tumbuhan berbunga, sedangkan kelelawar, tupai, dan burung membantu dalam penyebaran tumbuhan berbiji.

Hutan adalah sumber kehidupan. Disadari atau tidak, diakui atau tidak, nyatanya hutan telah memberikan banyak manfaat bagi manusia, baik mereka yang tinggal di sekitar hutan, maupun yang tinggal jauh dari hutan. Bagi mereka yang tinggal di sekitar hutan, hasil-hasil hutan seperti buah-buahan, sayuran, dan lain sebagainya, bisa dimanfaatkan sebagai sumber makanan.

Tidak hanya sebagai sumber makanan, akan tetapi juga sumber penghasilan. Contohnya rotan yang bisa dibentuk menjadi berbagai macam kerajinan tangan yang bisa dijual.

Lalu bagaimana dengan masyarakat yang tinggal jauh dari hutan, seperti mereka yang tinggal di perkotaan, apakah mereka mendapatkan manfaat dari keberadaan hutan? Hutan dengan banyak pohon menjadi penyedia kebutuhan oksigen bagi kehidupan di bumi ini. Bukan hanya oksigen, akan tetapi juga sebagai penyedia air bersih.

Menurut data dari Food and Agriculture Organization (FAO), sekitar sepertiga dari kota-kota besar di dunia, seperti Bogota, Tokyo, Barcelona dan New York, sangat bergantung kepada hutan lindung sebagai penyedia air minum bagi sekitar 238 juta penduduk di kota-kota tersebut.

Air bersih merupakan salah satu sumberdaya yang sangat penting bagi kehidupan. Aktivitas manusia sangat tergantung dengan ketersediaan air bersih, mulai dari mandi, mencuci, pertanian, hingga air minum, semua bersumber dari air bersih yang dihasilkan oleh hutan.

Faktor faktor fisik yang mempengaruhi kehidupan di muka bumi

1.cuaca dan iklim. 2.Relief atau topografi tanah. 3.Kelembapan udara. 4.Bentang alam. 5.Letak suatu wilayah. 6.Tempreatur udara. 7.Penyinaran matahari.

faktor yang mempengaruhi persebaran kehidupan makhluk hidup di permukaan bumi dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu  

1. Klimatik  

faktor klimatik merupakan faktor kehiduapan makhluk hidup yang disebabkan oleh iklim, yang meliputi curah hujan, suhu, sinar matahari, kelembapan, dan angina.  

2. Edafik  

Faktor edafik atau faktor tanah merupakan faktor yang dipengaruhi oleh struktur tanah, kontur tanah dan kandungan unsur hara pada tanah. Adapun kebutuhan hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang meliputi bahan organic, garam mineral, air dan udara yang berada didalam tanah.  

3. Fisiografi  

Faktor fisiografi  meliputi ketinggian dan bentuk lahan suatu wilayah yang di diami oleh makluk hidup. Faktor ketinggian mempengaruhi perubahan suhu udara dan kelembapan udara. Sedangkan bentuk lahan mempengaruhi banyak tidaknya terpapar sinar matahari dan hujan.  

4. Biotik  

Faktor biotik dipengaruhi oleh aktivitas makhluk hidup seperti manusia, hewan, maupun mikroba.

Penjelasan:

Tidak seluruh bagian di  permukaan bumi dapat ditinggali oleh makhluk hidup. Hanya bagian-bagian tertentu yang dapat ditinggali yang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:

1. faktor  klimatik  

Faktor klimatik merupakan faktor yang dipengaruhi oleh iklim sepertu curah huja, paparan sinar matahari, angin, kelembapan dan suhu.  

- Sinar matahari  

Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup seperti tumbuhan membutuhkan sinar matahari untuk memproduksi makanannya dan memproduksi oksigen dan hewan untuk nutrisi agar dapat tumbuh dan berkembang.  

- Suhu  

Semua makhluk hidup dapat hidup dan berkembang pada tingkat kondisi suhu tentu. Jika pada daerah yang memliki suhu rendah maupun suhu terlalau tinggi hanya dapat dihuni oleh beberapa makhuk hidup saja sedangkan pada suhu lebih hangat seperti pada daerah tropis dan sub tropis merukan suhu yang idel bagi makuluk hidup untuk hidup dan berkembang.  

- Kelembapan udara  

Kelembapan udara merupakan kondisi demna udara memliki banyak kandungan air sehingga dapat mempengaruhi kehidupan dan perkembangan tumbuh-tumbuhan.  

- Angin

Angin dapat mempengaruhi terhadap keberlangsuangan hidup tumbuhan seperti membantu penyerbukan dan persebaran benih  

- curah hujan  

curah hujan mempengaruhi pasokan air yang penting bagi kehidupan makhluk hidup  

2. faktor edafik  

Faktor edafik merupakan faktor tanah yang mempengaruhi daerah persebaran makhluk hidup seperti pada tekstur tanah, kontur tanah dan tingkat kandungan hara pada tanah. Jika suatu daerah memiliki yang cendrung berpasir dan terdari bebatuan keras maka menyulitkan tumbuhan untuk hidup sedangkan jika tanah memiliki tekstur yang stabil tidak terlalu berpasir, dan cendrung gembur maka sangat sesuai bagi pertumbuhan tumbuhan. Kandungan hara pada tanah juga mempengaruhi bagi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan seperti tanah yang memiliki hara yang baik jika memiliki mineral garam yang baik, air tanah, kandungan udara tanah dan bahan organik yang baik bagi kesuburan tumbuhan.  

3. faktor fisiografi  

Faktor fisiografi merupakan faktor yang di pengaruhi oleh ketinggian daerah dan bentuk lahan yang didiami oleh makhluk hidup. Jika suatu daerah berada pada ketinggian maka suhu, kelembapan udara dan kandungan oksigen semakin berkurang sehingga sedikit pula makhluk hidup yang dapat mendiami daerah tesebut.  Sedangan bentuk tanah mempengaruhi pola penyinaran matahari dan penyiraman hujan.  

4. faktor biotik  

Faktor biotik seperti aktivitas manusia mempengaruhi persebaran kehidupan makhluk hidup di permukaan bumi. Dengan aktivitas manusia seperti perburuan, penebangan pohon dan kerusakan lingkungan menyebabkan terancamnya keberlangsungan kehidupan makhluk hidup lainya. 

Anoa (Bubalus sp.) adalah mamalia terbesar dan endemik yang hidup di daratan Pulau Sulawesi dan Pulau Buton. Banyak yang menyebut anoa sebagai kerbau kerdil. Anoa merupakan hewan yang tergolong fauna peralihan. Anoa merupakan mamalia tergolong dalam famili bovidae yang tersebar hampir di seluruh pulau Sulawesi


0 comments:

Post a Comment