Sunday, November 29, 2020

KISI KISI IPA KLS VIII MTS MIFTAHUL IHSAN

1. Zat Aditif

Zat aditif adalah bahan yang ditambahkan kedalam makanan atau minuman dalam jumlah kecil saat pembuatan makanan. Penambahan zat aditif bertujuan untuk memperbaiki penampilan, cita rasa, tekstur, aroma, memperpanjang daya simpan, meningkatkan nilai gizi seperti protein, mineral dan vitamin

Berdasar fungsinya, zat aditif ada 7 yaitu : pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, pemberi aroma, pengental dan pengemulsi. Berdasar asalnya, zat aditif ada 2 yaitu : alami dan buatan.

Zat aditif alami adalah zat aditif yang berasal dari makhluk hidup dan tidak membahayakan kesehatan manusia, tetapi jika kebanyakan juga bisa mengganggu kesehatan. Contohnya : pewarna dari tumbuhan, penyedap dari daging hewan, pengental dari alga dan sebagainya

Zat aditif buatan adalah zat aditif yang dibuat manusia, diperoleh dari reaksi kimia dan bahan bakunya menggunakan bahan kimia. Zat aditif buatan digunakan sesuai ketentuan jumlah dan fungsinya, jika disalahgunakan dapat membahayakan kesehatan. Contohnya : pengawet dari asam benzoat, pemanis dari sakarin, pewarna dari tartrazin dan sebagainya.

Beberapa kandungan zat kimia yang terdapat dalam kunyit, diantaranya arabinosa, fruktosa, glukosa, kalsium, kalium natrium, kobalt, seng, zat warna kurkumin, dan minyak atsiri.[

Kelebihannya:Pewarna alami sehat digunakan dalam jangka waktu yang lama. baik untuk kesehatan dan alat pencernaan. Kekurangan : pewarna alami warnanya tidak terlalu mencolok. sehingga banyak orang lebih senang menggunakan pewarna buatan yg harganya lebih murah ,mudah didapat dan hasilnya lebih menarik.

Berikut ini daftar bahan pewarna alami yang aman digunakan.
  1. Hijau. - Daun suji. - Daun pandan. ...
  2. Kuning. - Kunyit. Parut kunyit dan peras airnya. ...
  3. Merah. - Bit. ...
  4. Biru. - Bunga telang (Clitoria ternatea, butterfly pea, blue pea, cordofan pea, atau Asian pigeonwings) ...
  5. Jingga. - Wortel. ...
  6. Cokelat. - Gula kelapa.
Pemanis buatan hampir tidak memililki nilai gizi dan rendah kalori. Pemanis ini dimaksudkan untuk mengotrol jumlah kalori dalam makanan dan penurunan berat badan. Maka oleh sebab itu, penderita diabetes melitus dianjurkan untuk mengonsumsi pemanis buatan (seperti sakarin) daripada pemanis alami (seperti gula) karena pemanis alami mengandung kalori cukup tinggi.

Berikut beberapa pemanis alami .
1. Stevia
Pemanis alami ini terbuat dari ekstrak daun tanaman Stevia rebaudiana, yang mulanya tumbuh di Brazil dan Paraguay. Stevia dikenal sebagai pemanis alami yang bebas kalori, karena jumlah kalorinya sangat rendah. Sehingga, pemanis yang satu ini tentu cocok bagi Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan.
Stevia dikenal memiliki sederatan manfaat kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko kanker pankreas, serta cocok untuk penderita diabetes. Sebuah studi juga melaporkan, stevia dapat membunuh sel kanker payudara.

Tak hanya lebih sehat, stevia juga ternyata lebih manis daripada gula pasir. Stevia memiliki tingkat kemanisan 200-300 kali, dibandingkan gula pasir di dapur rumah Anda.
2. Xylitol

Xylitol merupakan jenis gula alkohol, karena struktur kimianya merupakan kombinasi struktur kimia gula dengan struktur kimia alkohol. Walau begitu, Anda tak perlu khawatir. Sebab, gula alkohol tidak mengandung etanol, sehingga tidak memabukkan.

Pemanis alami ini banyak digunakan dalam produk permen mint, permen karet, produk makanan untuk penderita diabetes, serta produk kesehatan gigi. Rasanya manis seperti gula pasir, tapi mengandung 40 persen kalori lebih rendah.

Dengan kalori yang lebih sedikit dari gula, xylitol dipercaya bisa menjaga berat badan Anda. Tak sampai di situ, banyak studi membuktikan, xylitol menjadi alternatif pemanis alami pengganti gula untuk penderita diabetes, meningkatkan kesehatan gigi, serta mengurangi risiko infeksi pada telinga.
3. Eritritol

Layaknya xylitol, eritritol juga pemanis alami yang termasuk dalam jenis gula alkohol. Rasanya hampir sama dengan gula, namun jauh lebih menyehatkan, dengan kalori yang lebih sedikit.

Eritritol juga menjadi pemanis alami pengganti gula bagi penderita diabetes. Eritritol membantu mengurangi risiko penyakit jantung, serta tidak akan meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida di tubuh. Eritritol hanya memiliki 6 persen dari total kalori yang ada pada gula.

Walau begitu, beberapa orang mengalami masalah pencernaan, sebagai efek samping dari pengganti gula ini. Sehngga Anda disarankan untuk tidak berlebihan dalam konsumsi eritritol, yakni kurang dari 50 gram dalam satu sajian.
4. Yakon

Tumbuhan yakon, yang memiliki nama latin Smallanthus sonchifolius, telah banyak digunakan sebagai tanaman obat sejak dahulu di Amerika Selatan. Tumbuhan ini telah dikenal sebagai pemanis, yang dibuat dalam bentuk sirop.

Yakon dapat membantu penurunan berat badan. Sebuah studi membuktikan hal ini, melalui pemberian sirop yakon kepada 40 responden. Hasilnya, penurunan berat badan mereka mencapai rata-rata 15 kg.

Selain itu, yakon juga mengandung jenis karbohidrat yang disebut Fructooligosaccharides atau FOS. FOS dapat menjadi makanan untuk bakteri baik, yang hidup di usus manusia. Yakon memiliki sepertiga dari nilai total kalori gula atau sekitar 20 kalori per sendok makan

Walau begitu, yakon tetap memiliki efek samping, apabila dikonsumsi terlalu banyak. Yakon berisiko memicu diare dan sakit perut, bagi beberapa orang. Sehingga, Anda disarankan untuk tetap bijak saat mengonsumsinya.

Selain pemanis alami di atas, sebenarnya ada pemanis lain, yang dapat menjadi pengganti gula. Misalnya madu, gula kelapa, sirup mapel, dan molase (tetes tebu).

Walau sedikit lebih sehat, beberapa pemanis ini tetaplah tergolong sebagai gula. Sehingga sebaiknya jangan berlebihan dalam mengonsumsinya. Namun bagaimanapun juga, stevia, xylitol, eritritol, dan yakon tetap menjadi pilihan paling sehat dibanding

0 comments:

Post a Comment