Sekolah / Pesantren ( YASMIN ) MIFTAHUL IHSAN

Alamat : Pasir Kunci Desa Nanggalamekar Kecamatan Ciranjang Kab. Cianjur Jabar By. Ujang suhendi S.Pd.Is.

Pondok Pesantren MIFTAHUL IHSAN

Berbagai pelajaran pondok,kitab kuning/belajar pidato/belajar hadroh dll

Kegiatan Shalat berjamaah

Dilaksanakan berjamaah bersama guru - guru dan asatid setiap hari.

Kobong Miftahul Ihsan

Pondok Tempat Tinggal santri santi putra.

Kegiatan sekolah

kegiatan santri lagi ber istrirahat.

Sunday, November 29, 2020

KISI - KISI IPA KLS IX ( SEMBILAN )

Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ.

Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan kesamaan ciri yang dimiliki. Tujuan dilakukannya pengklasifikasian makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup

Nama alat pernapasan pada tumbuhan adalah pori-pori stomata di daun dan pori-pori lentisel di batang. Pembahasan: Tumbuhan juga melakukan pernafasan (respirasi), sebagai mana hewan. Tumbuhan melakukan pernafasan untuk mereka mengeluarkan karbon dioksida (CO2) dan menyerap oksigen (O2) dari udara di sekitarnya.

Tumbuhan yang memiliki ciri ciri

1. Berbentuk pohon atau semak

2. Memiliki sistem perakaran tunggang

3. Batang berkayu

4. Biji tidak dibungkus oleh daun buah

5. Organ reproduksi berbentuk kerucut adalah

Tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan biji terbuka

Contoh dari tumbuhan dengan ciri diatas adalah melinjo (Gnetum gnemon) atau Pinus (Pinus merkusii)

Ciri khususnya salah satunya adalah bentuk strobilus atau kerucut untuk alat reproduksinya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi naiknya air dan garam mineral dari akar ke daun yaitu:

Daya tekan akar.

Daya kapilaritas batang.

Daya hisap daun.

Daya tekan akar.

Daya kapilaritas batang.

Daya hisap daun.

Hasil gambar untuk tulang pipaTulang pipa atau tulang panjang adalah jenis tulang yang bentuknya seperti tabung. Strukturnya keras dan padat, sehingga tulang ini seringkali berfungsi sebagai fondasi dan tumpuan pergerakan. Di tubuh, ada beberapa jenis tulang panjang dan masing-masingnya memiliki fungsi yang berbeda.

Jenis-jenis tulang pipa

Di tubuh, tulang pipa terletak di beberapa lokasi, seperti:

Tulang lengan atas (humerus)

Tulang hasta (ulna)

Tulang pengumpil (radius)

Tulang betis (fibula)

Tulang kering (tibia)

Tulang paha (femur)

Tulang jari kaki dan tangan bagian tengah (metacarpal)

Tulang jari kaki dan tangan bagian atas (phalanges)

Paru-paru adalah organ yang sangat vital bagi hewan darat termasuk manusia. Organ ini terlibat langsung dalam tiga sistem organ sekaligus, yaitu sistem pernapasan pada manusia, sistem peredaran darah pada manusia, dan sistem ekskresi pada manusia. Fungsi paru-paru adalah untuk melakukan pernapasan atau pertukaran oksigen dan karbon dioksida dengan darah. Berikut adalah pengertian dan anatomi paru-paru. Langsung saja kita simak selengkapnya…..

Bagian dari: Paru-Paru (Artikel Lengkap)

1. Pengertian Paru-Paru

Paru-paru adalah sepasang organ pernapasan yang terletak di dada yang membawa oksigen ke darah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), paru (paru-paru) adalah organ tubuh yang berupa sepasang kantong berbentuk bulat toraks yang terdapat dalam rongga dada dan berfungsi sebagai alat pernapasan (untuk membersihkan darah dengan oksigen yang dihisap dari udara pada manusia dan sebagian binatang).

2. Anatomi Paru-Paru

Sebelum menyimak anatomi paru-paru, pahami dulu gambar bagian-bagian paru-paru berikut. Penjelasan gambar berada di bawah.

anatomi paru-paru


Selengkapnya: Anatomi Paru-Paru (Artikel Lengkap)

Paru-paru memiliki massa sekitar 1.180 gram. Terdapat sepasang paru-paru, yaitu paru-paru kiri dan paru-paru kanan. Paru-paru kanan (massa 620 gram) lebih besar daripada paru-paru kiri (massa 560 gram). Itu karena bagian bawah paru-paru kiri sedikit melengkung mengikuti bentuk jantung. Paru-paru dibungkus oleh sebuah selaput yang disebut pleura.

Bagian terpenting dari paru-paru adalah alveolus (tunggal: alveoli). Fungsi alveolus adalah sebagai tempat terjadinya pertukaran udara dengan darah. Disinilah udara yang masuk ke paru-paru bermuara dan udara yang keluar dari paru-paru berasal. Terdapat sekitar 700 juta alveolus yang masing-masing berdiameter sekitar 0,2 sampai 0,3 milimeter. Alveolus dikelilingi oleh pembuluh darah. Pembuluh darah yang masuk ke alveolus disebut arteri pulmonalis dan pembuluh darah yang keluar dari alveolus disebut vena pulmonalis.

Bagian penting lainnya adalah brokus dan bronkiolus. Bronkus membagi trakea menjadi dua. Satu ke paru-paru kanan dan satunya ke paru-paru kiri. Bronkiolus adalah percabangan dari bronkus dan bermuara ke alveolus. Bronkus dan bronkiolus adalah semacam “pipa” yang berfungsi sebagai jalur keluar masuk udara.

Dengan demikian, struktur paru-paru mirip seperti pohon terbalik dengan dua cabang utama. Batang ibarat trakea, dua cabang utama ibarat bronkus, cabang-cabang kecil lainnya ibarat bronkiolus, tangkai daun ibarat duktus alveolus, sedangkan daun ibarat alveolus.

Enzim lipase berfungsi untuk memecah zat lemak dalam makanan agar lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Enzim ini umumnya diproduksi saat tubuh mendapatkan asupan lemak. Akan tetapi, terkadang tubuh tidak bisa membuat enzim lipase yang cukup, sehingga menimbulkan gangguan pencernaan.

Lipase adalah enzim yang berfungsi untuk mencercakan protein menjadi pepton

Fungsi uterus pada wanita lainnya adalah sebagai tempat implantasi. Implantasi terjadi pada awal masa periode kehamilan. Implantasi dapat diartikan sebagai keadaan ovum yang telah dibuahi dan jaringan di sekitar sel telur mengalami kerusakan pembuluh darah, maka darah akan keluar dari leher rahim.

cara pengangkutan hormon dalam tubuh Hormon diangkut dari kelenjar buntu dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah
berlangsung lambat
Alasannya karena hormon yang dihasilkan tidak dialirkan melalui saluran tertentu, tetapi langsung menuju pembuluh darah dan berlangsung lambat, yang berlangsung cepat itu sistem syaraf

Kerusakan alat filtrasi pada ginjal menyebabkan molekul albumin dan protein lain terdapat dalam urin, sehingga mengakibatkan Penimbunan air di kaki
Nah, penjelasan yang lebih detail terkait jawaban di atas adalah sebagai berikut ini ya:

 Ginjal tersusun atas tiga lapisan utama yaitu:

1.    Korteks ginjal atau kulit ginjal

2.    Medulla ginjal atau sum sum ginjal

3.    Pelvis ginjal atau rongga ginjal.

Nah, bagian korteks ginjal ini tersusun atas jutaan nefron

Nefron merupakan struktur yang berperan dalam proses pembuatan urin.

Nefron ini tersusun atas:

1.       Glomerolus, yang berfungsi sebagai alat filtrasi darah sehingga akan diperoleh hasil berupa urin primer

2.       Kapsul bowman

3.       Tubulus kontortus proksimal, yang berfungsi sebagai alat reabsorbsi zat zat yang masih berguna bagi tubuh sehingga akan diperoleh hasil berupa urin sekunder

4.       Lengkung henle

5.       Tubulus kontortus distal, yang berfungsi sebagai alat augmentasi sehingga akan diperoleh hasil berupa urin sesungguhnya

6.       Tubulus kolektivus.

Kerusakan alat filtrasi pada ginjal atau kerusakan glomerolus yang disebabkan oleh adanya infeksi oleh bakteri atau sering kita sebut dengan penyakit nefritis menyebabkan molekul albumin dan protein lain terdapat dalam urin atau sering kita sebut dengan penyakit albuminuria, sehingga mengakibatkan manusia tidak dapat memproduksi urin secara normal. 

Jika air di dalam tubuh tidak dapat dibuang secara normal, maka air sisa di dalam tubuh akan ditimbun di daerah paling bawah dari tubuh yaitu daerah kaki.

Penimbunan air di kaki akan menyebabkan kaki bengkak atau disebut dengan penyakit Oedema.

Hewan yang melakukan adaptasi fisiologi:
  • Ikan yang hidup di air asin mengeluarkan urin yang lebih pekat daripada ikan yg hidup di air tawar agar jumlah garam pada tubuh ikan yg hidup di air asin tidak berlebihan,
  • Anj*ng laut memiliki jumlah lemak yg cukup tebal dengan tujuan menahan panas tubuh jika berada di daerah dingin / kutub.

Adaptasi fisiologi:

1. Ikan memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air.

2. Orang yang tinggal di pegunungan memiliki jumlah haemoglobin yang lebih banyak ketimbang orang biasanya.

3. Manusia mengeluarkan keringat sebagai pengatur suhu tubuh dan membuang zat sisa.

4. Cacing teredo mengeluarkan enzim selulase untuk mencerna kayu yang dimakannya.

5. Herbivora menggunakan enzim selulase untuk mencerna rerumputan.

6. Ikan yang hidup di perairan berkadar garam tinggi memiliki urine yang lebih pekat.

7. Cacing tanah mengeluarkan zat kapur untuk menetralkan asam di kerongkongannya.

Ciri-Ciri Kelompok Hewan Vertebrata

Vertebrata dapat dikelompokkan menjadi lima yaitu Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia.

Kelompok Pisces

Ciri-Ciri

Hidup di air

Bersifat poikiloterm (berdarah dingin)

Alat geraknya berupa sirip

Permukaan tubuh ditutupi oleh bersisik yang licin

Fertilisasi internal atau eksternal

Jantung terbagi dua ruang yaitu atrium dan vertikel

Bersifat ovipar, yaitu berkembang biak dengan bertelur

Kelas

Chondrichthyes, yaitu ikan bertulang rawan, fertilisasinya terjadi secara internal. Contoh : Ikan hiu, Ikan pari

Osteichthyes, yaitu ikan bertulang sejati, fertilisasinya terjadi secara eksternal. Contoh : Ikan mas, Ikan bandeng

Kelompok Amphibia

Ciri-Ciri

Hidup di dua alam, yaitu di air dan di darat

Bersifat poikiloterm (berdarah dingin)

Alat gerak berupa dua pasang tugkai

Permukaan tubuh ditutupi oleh kulit tipis berlendir

Fertilisasi secara eksternal dan perkembangbiakan embrio terjadi di luar tubuh induknya

Jantung terbagi atas tiga ruang, terdiri atas dua buah serambi yang berdinding tipis dan sebuah bilik

Bersifar ovipar, yaitu berkembang biak dengan bertelur

Contoh dari Amphibia adalah katak hijau (Rana signata), katak pohon (Rhacophorus sp.)

Kelompok Reptilia

Ciri-Ciri

Hidup di dua alam, yaitu di air dan di darat

Bersifat poikiloterm (berdarah dingin)

Alat geraknya ada yang menggunakan kaki, seperti buaya dan cicak, ada juga yang menggunakan perut, yaitu ular.

Permukaan tubuh ditutupi oleh kulit kering bersisik

Fertilisasi secara internal dan perkembangbiakan embrio terjadi di luar tubuh induknya

Jantung terbagi atas empat bagian, yang terdiri atas atrium kiri, atrium kanan, ventrikel kiri, dan ventrikel kanan

Bersifat ovipar, yaitu perkembangbiakan dengan bertelur. Namun ada yang ovovivipar, yaitu perkembangbiakan dengan bertelur-melahirkan, misalnya beberapa jenis kadal dan ular.

Kelas

Rhynchocephalia, merupakan ordo yang paling primitif. Contoh : tuatara (Sphenodon punctatus)

Testudinata, merupakan bangs kura-kura dan penyu. Tubuhnya dilindungi oleh karapaks di bagian atas dan plastron dibagian bawah, tidak memiliki gigi, serta rahang dilapisi dengan zat tanduk. Contoh : penyu hijau (Chelonia mydas).

Crocodilia, merupakan bangsa buaya. Mempunyai kulit tebal, rahang kuat, pada lubang hidung dan telinga terdapat klep yang dapat menutup sendiri saat dalam air. Contoh : buaya muara (Crocodilus porosus).

Squamata, terdiri atas dua subordo :

Lacertilia, merupakan bangsa kadal. Mempunyai empat tungkai. Contoh : kadal (Eutropis multifasciata).

Ophidia, merupakan bangsa ular. Tidak mempunyai tungkai dam antara rahang atas dan rahang bawah tidak mempunyai sendi. Contoh : piton (Phyton reticulatus).

Kelompok Aves

Ciri-Ciri

Merupakan hewan yang dapat terbang. Meskipun beberapa anggotanya tidak dapat terbang.

Bersifat homoiterm (berdarah panas)

Alat geraknya berupa sepasang sayap dan sepasang kaki

Permukaan tubuh ditutupi oleh kulit yang ditumbuhi bulu

Fertilisasi internal dan perkembangbiakan embrio terjadi di luar tubuh induknya

Jantung terbagi atas empat ruangan yang terdiri atas dua serambi dan dua bilik

Bersifat ovipar, yaitu berkembang biak dengan bertelur

Kelas

Archaeornithes, burung ini memiliki gigi di kedua rahangnya, ekor berbulu, dan berukuran panjang. Semua anggotanya telah punah. Contoh : Archaeopteryx

Neornithes, jenis burung ini sudah memiliki sternum (tulang dada) yang sempurna, ekor berbulu, dan berukuran pendek. Neornithes terbadi atas dua sub ordo, sebagai berikut.

Palaeognathae, merupakan kelompok jenis burung yang tidak dapat terbang. Terbagi atas 3 kelompok yaitu :

Ordo Spheniscifiormes, jenis burung yang tidak bisa terbang, serta kepala dan leher tidak berbulu. Contoh : penguin (Aptenodytes sp.).

Ordo Casuariiformes, jenis burung yang memiliki tiga jari kaki yang digunakan untuk pertahanan diri menyerang musuh. Contoh : burug kasuari (Casuarilis galeatus).

Ordo Apterygiformes, jenis burung yang mempunya paruh panjang, bulu-bulunya seperti rambut. Contoh : burung kiwi (Apteryx australis).

Neognathae, merupakan kelompok burung yang dapat terbang. Terbagi atas 4 kelompok yaitu :

Ordo Galliformes, jenis burung yang mempunyai kaki untuk mengais dan berlari. Contoh : ayam (Gallus gallus).

Ordo Passeriformes, jenis burung yang ebrsuara merdu. Contoh : burung ketilang (Pycnonotus aurigaster).

Anseriformes, jenis burung yang dapat berenang, karena kaki pendek dan terdapat selaput di antara jari kaki. Contoh : angsa putih (Cygnus alor).

Coraciiformes, jenis burung berparuh besar, tungkai pendek, pemakan ikan, katak, lebah. Contoh : burung rangkong (Buceros rhinoceros)

Kelompok Mamalia

Ciri-Ciri

Merupakan hewan yang hidup di darat. Meskipun beberapa anggotanya yang hidup di air

Bersifat homoiterm (berdarah panas)

Alat geraknya berupa dua pasang tungkai

Permukaan tubuh ditutupi oleh kulit yang ditumbuhi rambut

Fertilisasi internal dan perkembangbiakan embrio terjadi di dalam tubuh induknya

Jantung terbagi atas empat ruangan yang terdiri atas dua serambi dan dua bilik

Bersifat vivipar, yaitu perkembangbiakan dengan cara melahirkan atau beranak. Namun, ada yang berkembang biak dengan cara bertelur, contoh : Platypus.

Kelas

Monotremata, merupakan satu-satunya hewan mammalia yang bertelur. Contoh : Platypus (Ornithorhynchus anatinus)

Insectivora, merupakan mammalia kecil pemakan serangga dan berambut halus. Contoh : Celurut (Suncus murinus)

Marsupialia, merupakan mammalia yang memiliki kantong. Contoh : Kanguru, Koala, dan Kuskus

Rodetia, merupakan mammalia pengerat. Gigi seri seperti pahat dan tumbuh terus dari akarnya. Contoh : Tikus, marmot, dan Landak

Chiroptera, merupakan mammalia yang dapat terbang. Di antara jari-jari tungkai depan dan belakang terdapat selaput kulit untuk terbang. Contoh : Kalelawar dan Kalong

Pholidota, merupakan mammalia yang tidak bergigi. Tubuh terbungkus sisik dari zat tanduk dan rambut. Lidah kecil dan panjang yang berguna untuk menangkap semut sebagai makanannya. Contoh : Teringgiling (Manis javanicus)Carnivora, merupakan mammalia pemakan daging, mempunyai gigi kuat, serta taring besar dan tajam. Contoh : Harimau

Cetacea, merupakan mammalia yang hidup di air. Contoh : Lumba-Lumba, dan Paus

Proboscidea, merupakan mammalia yang berbelalai, yang merupaka modifikasidari hidung dan bibir atas yang memanjang. Contoh : Gajah

Sirenia, contoh : Ikan Duyung (Dugong dugon)

Artiodactyla, merupakan mammalia berkuku genap. Contoh : Kambing dan Kerbau

Perrisodactyla, merupakan mammalia berkuku ganjil. Contoh : Kuda, Tapir, dan Badak’

Primata, merupakan mammalia yang mata stereoskopik menghadap ke depan. Contoh : Kera dan Orang Utan.

- Simbol genetika untuk genotip yang mempunyai alel heterozigot Genotip makhluk hidup ada yang homozigot dan heterozigot. Homozigot misalnya BB dan bb, yaitu bila pengaruh kedua alel untuk menumbuhkan suatu karakter yang sama dominannya sehingga kedua alel ditulis dengan huruf yang sama. Genotip BB dinamakan homozigot dominan, sedangkan bb merupakan homozigot resesif. Alel heterozigot adalah dua alel yang berbeda untuk sebuah gen, misalnya Bb. Adapun genotip Bb adalah heterozigot dominan karena gen B untuk sifat biji bulat menutupi gen b untuk sifat biji keriput. Contoh lainnya adalah gen penentu warna merah pada bunga, memiliki pasangan gen penentu warna putih, sehingga sifat yang muncul tidak sama, maka disebut juga sebagai alel heterozigot.

Herbisida adalah pestisida yang digunakan untuk membunuh tanaman yang tidak diinginkan, yang disebut dengan gulma. Herbisida banyak digunakan dalam pertanian dan dalam pengelolaan pengelolaan lahan.

Herbisida yang baik bersifat selektif membunuh target tertentu tapi tidak membahayakan tanaman yang bermanfaat.

Herbisida yang bersifat non-selektif digunakan untuk membunuh semua bahan tanaman yang bersentuhan dengan herbisida ini, dan biasanya digunakan untuk membersihkan lahan.

Herbisida dapat bertindak dengan mengganggu pertumbuhan gulma dan seringkali didasarkan pada hormon tanaman.

Contoh herbisida yang banyak digunakan:

Glyphosate adalah herbisida yang disiramkan pada daun tanaman untuk membunuh tanaman berdaun lebar dan rumput.

Dicamba adalah herbisida dari auksin sintetis yang bekerja pada daun dengan beberapa aktivitas di tanah dengan diserap akar gulma, digunakan pada rumput dan ladang.  Glufosinate ammonium adalah herbisida kontak yang digunakan untuk mengendalikan gulma yang bekerja dengan menghambat enzim pusat metabolisme tanaman.

Pemberantasan hama tanaman. Penggunaan sinar radioaktif untuk pemberantasan hama tidak untuk mematikan hama tetapi untuk memandulkan hama. Sejumlah serangga jantan diradiasi dengan sinar gamma dalam dosis tertentu sehingga mengalami kemandulan (steril). Sehingga sperma yang dihasilkan tidak dapat membuahi sel telur.

9 Kandungan Rokok yang Berefek Mengerikan untuk Tubuh

Untuk mengetahui seberapa bahaya kandungan rokok, bisa dilihat dari banyaknya senyawa yang ada di dalam asap rokok. Terdapat sekitar 5000 senyawa berbeda dan sebagian bersifat racun bagi tubuh, hanya dari asap rokok saja.

Kandungan rokok yang bersifat racun tersebut berpotensi merusak sel-sel tubuh. Selain itu, senyawa dalam asap rokok juga bersifat karsinogenik alias memicu kanker. Di dalam rokok, terdapat 250 jenis zat beracun dan 70 jenis zat yang diketahui bersifat karsinogenik.


9 Kandungan Rokok yang Berefek Mengerikan untuk Tubuh - Alodokter

Kandungan tersebut berasal dari bahan baku utama rokok, yaitu tembakau. Selain itu, bahan pewarna yang biasa dipakai untuk membuat tampilan rokok lebih menarik, dapat memperbesar potensi racun dari rokok. Sifatnya yang memberikan efek adiktif atau kecanduan, juga tidak boleh dilupakan.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah kemampuan beberapa bahan kandungan rokok yang bisa mengubah sifat fisik dari asap rokok, sehingga kadar racun dan nikotin di dalam tubuh seorang perokok menjadi lebih tinggi.

Kandungan Rokok yang Bersifat Merusak

Sebagaimana disebutkan di atas, kandungan rokok yang bersifat merusak tubuh amat banyak. Beberapa senyawa yang terkandung dalam rokok di bawah ini adalah contohnya:

Karbon monoksida

Salah satu kandungan rokok yang merupakan gas beracun adalah karbon monoksida. Senyawa yang satu ini merupakan gas yang tidak memiliki rasa dan bau. Jika terhirup terlalu banyak, sel-sel darah merah akan lebih banyak berikatan dengan karbon monoksida dibanding dengan oksigen. Akibatnya fungsi otot dan jantung akan menurun. Hal ini akan menyebabkan kelelahan, lemas, dan pusing.

Dalam skala besar, seseorang yang menghirupnya bisa mengalami koma atau bahkan kematian. Janin, penderita gangguan jantung, dan penderita penyakit paru-paru merupakan kelompok yang paling rentan terhadap racun ini.

Nikotin

Kandungan rokok yang paling sering disinggung-singgung adalah nikotin. Nikotin memiliki efek candu seperti opium dan morfin. Nikotin berfungsi sebagai perantara dalam sistem saraf otak yang menyebabkan berbagai reaksi biokimia, termasuk efek menyenangkan dan menenangkan.

Nikotin yang dihisap perokok akan terserap masuk ke aliran darah, kemudian merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak hormon adrenalin, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan pernapasan. Efek yang mungkin muncul akibat paparan nikotin adalah muntah, kejang, dan penekanan pada sistem saraf pusat.

Tar

Kandungan rokok lainnya yang bersifat karsinogenik adalah tar. Tar yang terhirup oleh perokok akan mengendap di paru-paru. Timbunan tar ini berisiko tinggi menyebabkan penyakit pada paru-paru, seperti kanker paru-paru dan emfisema.

Tidak hanya itu, tar akan masuk ke peredaran darah dan meningkatkan risiko terjadinya diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan kesuburan. Tar dapat terlihat melalui noda kuning yang tertinggal di gigi dan jari. Karena tar masuk secara langsung ke mulut, zat berbahaya ini juga dapat mengakibatkan masalah gusi dan kanker mulut.

Hidrogen sianida

Senyawa racun lainnya yang menjadi bahan penyusun rokok adalah hidrogen sianida. Beberapa negara pernah memakai senyawa ini untuk menghukum mati narapidana. Saat ini, hidrogen sianida juga digunakan dalam industri tekstil, plastik, kertas, dan sering dipakai sebagai bahan pembuat asap pembasmi hama. Efek dari senyawa ini dapat melemahkan paru-paru, menyebabkan kelelahan, sakit kepala, dan mual.

Benzena

Benzena merupakan residu dari pembakaran rokok. Paparan benzena jangka panjang (setahun atau lebih), dapat menurunkan jumlah sel darah merah dan merusak sumsum tulang, sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia dan perdarahan. Selain itu, benzena juga merusak sel darah putih sehingga menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko leukimia.

Formaldehida

Formaldehida merupakan residu dari pembakaran rokok. Dalam jangka pendek, formaldehida mengakibatkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Dalam jangka panjang, formaldehida dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring.

Arsenik

Arsenik merupakan golongan pertama karsinogen. Paparan terhadap arsenik tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit, kanker paru-paru, kanker saluran kemih, kanker ginjal, dan kanker hati. Arsenik terdapat dalam rokok melalui pestisida yang digunakan dalam pertanian tembakau.

Kadmium

Sekitar 40-60 persen dari kadmium yang terdapat dalam asap rokok, terserap masuk ke paru-paru saat merokok. Kadar kadmium yang tinggi dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan sensorik, muntah, diare, kejang, kram otot, gagal ginjal, dan meningkatkan risiko kanker.

Amonia

Amonia merupakan gas beracun, tidak berwarna, namun berbau tajam. Pada industri rokok, amonia digunakan untuk meningkatkan dampak candu nikotin.

Dalam jangka pendek, menghirup dan terpapar amonia dapat mengakibatkan napas pendek, sesak napas, iritasi mata, dan sakit tenggorokan. Sedangkan dampak jangka panjangnya yaitu pneumonia dan kanker tenggorokan.

Melihat bahaya kandungan rokok yang bersifat racun dan karsinogenik di atas, sudah selayaknya kebiasaan merokok dihentikan. Mulai sekarang, cobalah melakukan upaya untuk berhenti merokok guna mencegah bertambah parahnya kerusakan yang terjadi di dalam tubuh.

Identifikasi bahan makanan dapat dilakukan dengan beberapa uji berikut. Diantara uji berikut dapat dilakukan untuk beberapa bahan di antaranya adalah karbohidrat, protein, dan lemak.

Identifikasi Karbohidrat

1. Uji Molisch

Dengan cara meneteskan larutan alfanaftol pada larutan atau suspense karbohidrat, kemudian asam sulfat pekat secukupnya, sehingga terbentuk dua lapisan cairan dengan batas kedua lapisan berwarna merah-ungu.

2. Uji Fehling

Dengan cara meneteskan reagen fehling A (tembaga(II) sulfat) atau fehling B ( KOH dan natrium kalium tartarat). Uji ini dilakukan untuk mengidentifikasi adanya gula pereduksi (glukosa, fruktosa, galaktosa, maltosa, dan laktosa) dalam sampel. Jika positif terdapat gula pereduksi maka pada larutan akan terbentuk endapan merah bata (Cu₂O).

3. Uji Benedic

Dengan cara meneteskan reagen yaitu reagen yang mengandung natrium sitrat, Natrium karbonat anhidrat, dan tembaga sulit heptahidrat. Prinsip uji reagen ini hampir sama dengan pengujian dengan larutan fehling yaitu untuk menguji adanya gula pereduksi. Jika positif terdapat gula pereduksi maka pada larutan akan terbentuk endapan merah bata (Cu₂O).

4. Uji Tollens

Dengan cara meneteskan reagen tollens yaitu reagen yang dibuat dengan menambahkan NaOH ke dalam perak nitrat yang membentuk endapan coklat Ag₂O. Prinsip uji reagen ini hampir sama dengan pengujian dengan larutan fehling yaitu untuk menguji adanya gula pereduksi. Jika positif terdapat gula pereduksi maka pada larutan akan terbentuk cermin perak.  

3. Uji Iodin/ Lugol

Polisakarida penting, seperti amilum, glikogen, dan selulosa dapat ditunjukkan dengan cara ditetesi larutan iodin sehingga terbentuk warna biru ungu untuk amilum, cokelat merah untuk glikogen, dan cokelat untuk selulosa.

Identifikasi Protein

1. Uji Biuret

Uji ini digunakan untuk mengetahui adanya protein. Zat yang akan diselidiki mula-mula ditetesi larutan NaOH, kemudian larutan CuSO4 yang encer. Jika terbentuk warna ungu, berarti zat itu mengandung protein. Uji biuret positif bagi semua zat yang mengandung ikatan peptida.

2. Uji Xantoproteat

Uji ini digunakan terhadap protein yang mengandung gugus fenil (cincin benzena). Jika protein yang mengandung cincin benzene dipanaskan dengan asam nitrat pekat, maka terbentuk warna kuning yang kemudian menjadi jingga bila dibuat alkalis (basa) dengan larutan NaOH.

3. Uji Belerang

Untuk mengetahui ada tidaknya unsur belerang dalam suatu protein, mula-mula larutan protein dengan larutan NaOH pekat (+ 6 M) dipanaskan, kemudian diberi beberapa tetes larutan timbal asetat. Jika terbentuk endapan hitam (PbS), maka itu menunjukkan adanya belerang.

Identifikasi Lemak

1. Uji kertas buram

Dilakukan dengan meletakkan zat ke atas kertas buram. Uji kertas buram bereaksi positif dengan seluruh jenis lemak. Hasil positif ditunjukkan jika kertas buram yang digunakan menjadi transparan.

2. Uji Sudan III

Dilakukan dengan meneteskan pereaksi Sudan III berwarna merah. Uji Sudan III bereaksi positif dengan seluruh jenis lemak. Hasil positif ditunjukkan jika larutan yang diuji berubah warna menjadi cokelat.

Pada kasus diatas

Hasil uji dan hasil identifikasinya adalah sebagai berikut

Pada saat ditetesi lugol tidak terjadi perubahan warna sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel yang diuji tidak mengandung amilum, glikogen, dan selulosa

Pada saat ditetesi benedic muncul warna merah bata dapat disimpulkan bahwa sampel yang diuji mengandung gula pereduksi (glukosa, fruktosa, galaktosa, laktosa atau maltosa)

Pada saat ditetesi biurey muncul warna ungu sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel yang diuji mengandung protein.

Jadi dapat disimpulkan bahwa sampel yang diuji mengandung gula pereduksi dan protein.

Tempe. Tempe merupakan salah satu contoh produk bioteknologi konvensional yang sudah dikenal luas di masyarakat kita. ...

Oncom. Selain tempe, oncom juga merupakan contoh produk bioteknologi pangan yang sudah diterapkan nenek moyang kita sejak lama. ...

Roti. ...

Nata de Coco. ...

Tapai. ...

Bir. ...

Minuman Anggur. ...

Yoghurt.