Thursday, December 1, 2022

KIMIA KISI - KISI PG KLS XII 2022 Miftahul IHSAN

 Senyawa asam menurut Arrhenius adalah senyawa yang dapat menghasilkan ion H+ jika dilarutkan dalam pelarutnya.

Asam asetat adalah asam yang kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan dikenal sebagai nama cuka. Apakah sifat fisik dan sifat kimia dari asam asetat? Berikut adalah sifat-sifat CH3COOH atau asam astetat! Sifat fisika asam asetat (CH3COOH) Rumus dan berat molekul Asam asetat memiliki rumus molekul CH3COOH dan berat molekul sekitar 60,5 gram per mol. Cairan cernih berbau dan berasa asam Asam asetat (CH3COOH) merupakan asam dengan bentuk cairan jernih (tidak berwarna). Namun, memiliki bau asam yang menyengat juga rasa yang asam. Baca juga: Daftar Nama Asam-Basa Kuat dan Asam-Basa Lemah Titik leleh 16°C dan titik didih 117,9 °C Dilansir dari Encyclopedia Britannica, asam asetat memiliki titik didih 117,9 °C dan titik leleh 16°C pada keadaan standar (STP). Larut dalam pelarut organik Sifat CH3COOH selanjutnya adalah larut dalam air dan pelarut organik lainnya seperti eter, karbon tetaklorida, alkohol, ester, dan aseton. Namun, asam asetat tidaklarut dalam karbon disulfida. Mudah terbakar Asam asetat terutama yang murni sangat mudah terbakar. Asam astet dapat terbakar dalam suhu 39 °C.  Baca juga: Daftar Nama Asam Basa Arrhenius Sifat kimia asam asetat (CH3COOH) Mengandung gugus karboksil Dilansir dari Chemistry LibreTexts, asam asetat (CH3COOH) adalah senyawa organik yang mengandung gugus karboksil. Gugus karboksil adalah gugus fungsi kelompok asam karboksilat. Gugus karboksil terbentuk dari atom karbon (C) yang berikatan ganda dengan atom oksigen (O) dan berikatan tunggal dengan gugus hidroksil (OH). Merupakan asam lemah Asem asetat merupakan asam lemah dengan konstanta disosiasi dalam air sebesar 4,76. Dilansir dari Chemguide, asam asetat bereaksi dengan air dan menghasilkan ion hidroksonium dan ion etanoat. Namun, hanya sekitar satu persen saja yang bereaksi dan sisanya tetap menjadi asam asetat karena reaksi tersebut bersifat reversibel. Baca juga: Larutan Asam, Basa dan Garam Bersifat korosif Sifat kimia asam asetat selanjutnya adalah bersifat korosif. Asam asetat dapat korosif bagi logam seperti besi, magnesium, dan juga seng. Merupakan pelarut polar Asam asetat (CH3COOH) merupakan pelarut polar. Dilansir dari McGill University, asam asetat dapat melarutkan senyawa polar (seperti garam anorganik dan gula), senyawa non polar (seperti minyak), dan juga unsur (seperti yodium dan belerang). Mengalami dekomposisi pada suhu tinggi Sifat asam asetat (CH3COOH) selanjutnya adalah dapat mengalami dekomposisi. Dekomposisi terjadi jika asam asetat dipanaskan hingga suhu tinggi yaitu 440°C dan terurai menjadi karbon dioksida juga metana.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sifat-sifat Asam Asetat (CH3COOH)", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2022/07/16/140000669/sifat-sifat-asam-asetat-ch3cooh-?page=all.
Penulis : Silmi Nurul Utami
Editor : Silmi Nurul Utami

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Asam asetat adalah asam yang kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan dikenal sebagai nama cuka. Apakah sifat fisik dan sifat kimia dari asam asetat? Berikut adalah sifat-sifat CH3COOH atau asam astetat! Sifat fisika asam asetat (CH3COOH) Rumus dan berat molekul Asam asetat memiliki rumus molekul CH3COOH dan berat molekul sekitar 60,5 gram per mol. Cairan cernih berbau dan berasa asam Asam asetat (CH3COOH) merupakan asam dengan bentuk cairan jernih (tidak berwarna). Namun, memiliki bau asam yang menyengat juga rasa yang asam. Baca juga: Daftar Nama Asam-Basa Kuat dan Asam-Basa Lemah Titik leleh 16°C dan titik didih 117,9 °C Dilansir dari Encyclopedia Britannica, asam asetat memiliki titik didih 117,9 °C dan titik leleh 16°C pada keadaan standar (STP). Larut dalam pelarut organik Sifat CH3COOH selanjutnya adalah larut dalam air dan pelarut organik lainnya seperti eter, karbon tetaklorida, alkohol, ester, dan aseton. Namun, asam asetat tidaklarut dalam karbon disulfida. Mudah terbakar Asam asetat terutama yang murni sangat mudah terbakar. Asam astet dapat terbakar dalam suhu 39 °C.  Baca juga: Daftar Nama Asam Basa Arrhenius Sifat kimia asam asetat (CH3COOH) Mengandung gugus karboksil Dilansir dari Chemistry LibreTexts, asam asetat (CH3COOH) adalah senyawa organik yang mengandung gugus karboksil. Gugus karboksil adalah gugus fungsi kelompok asam karboksilat. Gugus karboksil terbentuk dari atom karbon (C) yang berikatan ganda dengan atom oksigen (O) dan berikatan tunggal dengan gugus hidroksil (OH). Merupakan asam lemah Asem asetat merupakan asam lemah dengan konstanta disosiasi dalam air sebesar 4,76. Dilansir dari Chemguide, asam asetat bereaksi dengan air dan menghasilkan ion hidroksonium dan ion etanoat. Namun, hanya sekitar satu persen saja yang bereaksi dan sisanya tetap menjadi asam asetat karena reaksi tersebut bersifat reversibel. Baca juga: Larutan Asam, Basa dan Garam Bersifat korosif Sifat kimia asam asetat selanjutnya adalah bersifat korosif. Asam asetat dapat korosif bagi logam seperti besi, magnesium, dan juga seng. Merupakan pelarut polar Asam asetat (CH3COOH) merupakan pelarut polar. Dilansir dari McGill University, asam asetat dapat melarutkan senyawa polar (seperti garam anorganik dan gula), senyawa non polar (seperti minyak), dan juga unsur (seperti yodium dan belerang). Mengalami dekomposisi pada suhu tinggi Sifat asam asetat (CH3COOH) selanjutnya adalah dapat mengalami dekomposisi. Dekomposisi terjadi jika asam asetat dipanaskan hingga suhu tinggi yaitu 440°C dan terurai menjadi karbon dioksida juga metana.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sifat-sifat Asam Asetat (CH3COOH)", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2022/07/16/140000669/sifat-sifat-asam-asetat-ch3cooh-?page=all.
Penulis : Silmi Nurul Utami
Editor : Silmi Nurul Utami

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Asam cuka (CH3 COOH) termasuk senyawa asam. Menurut Arhenius, asam cuka mempunyai sifat asam karena ... A. memiliki atom hidrogen B. dalam air melepaskan ion H^+ C. dalam air melepaskan ion OH^- D. dapat menerima pasangan elektron E. dapat memberi proton kepada molekul air

Menurut Bronsted-lowry, Asam adalah senyawa yang dapat memberikan proton kepada senyawa lain atau disebut donor proton, sedangkan Basa adalah senyawa yang menerima proton dari senyawa lain atau disebut aseptor proton.

Sistem berkala panjang atau yang biasa disebut sistem periodik modern adalah sistem periodik yang menyusun atom-atom berdasarkan kenaikan nomor atomya. sistem periodik ini memiliki 8 golongan utama dan 8 golongan transisi termasuk kelompok lantanoid dan aktinoid yakni unsur-unsur transisi bagian dalam. Didalam sistem berkala panjang terdapat 2 unsur pada periode 1 dan 8 unsur pada periode 2 dan 3, selanjutnya terdapat 18 unsur pada periode 4 dan 5, dan 32 unsur pada periode 6, serta belum lengkap pada periode 7. Dengan demikian maka pernyataan yang salah mengenai sistem periodik bentuk panjang adalah periode 5 dan periode 6 masing-masing berisi 32 unsur.

Golongan IA (logam Alkali)

Semua logam Alkali tergolong logam yang lunak kira-kira sekeras karet penghapus, dapat diiris dengan pisau dan ringan (massa jenis li, Na, dan K kurang dari 1 g/cm3). Logam Alkali memiliki 1 elektron valensi yang mudah lepas, sehingga merupakan kelompok logam yang paling reaktif, dapat terbakar di udara, dan bereaksi hebat dengan air. Dari Litium ke Sesium reaksi dengan air bertambah dahsyat. Litium bereaksi agak pelan, tetapi natrium bereaksi dengan disertai terbentuknya api dan ledakan, sementara yang lainnya bereaksi dengan lebih dahsyat lagi. Oleh karena kereaktifannya dengan air dan udara, logam alkali biasa disimpan dalam kerosin (minyak tanah).

Tekanan uap jenuh adalah tekanan yang terjadi saat kesetimbangan antara fase cair dengan fase gas suatu zat cair. Zat berubah fasa dari cair (partikel penyusunnya sedikit renggang) menjadi gas (partikel-partikelnya sangat renggang) saat menguap. Semakin mudah suatu zat berubah fasa dari cair menjadi gas (menguap), semakin besar tekanan uap jenuhnya. Maka apabila terdapat suatu zat terlarut nonvolatil (tidak mudah menguap), maka akan menghalangi partikel-partikel pelarut (biasanya lebih volatil) untuk menguap. Oleh sebab itu, tekanan uap jenuh menjadi berkurang karena jumlah molekul zat terlarut nonvolatil dalam fase gas bertambah.

Jadi, penurunan tekanan uap terjadi karena molekul zat terlarut nonvolatil menghalangi molekul pelarut untuk menjadi uap.

Pembahasan. Penurunan tekanan uap larutan merupakan salah satu sifat koligatif larutan yaitu sifat larutan yang tergantung pada jumlah zat terlarut. Semakin tinggi suhu, semakin besar tekanan uap. Karena semakin besar suhunya, maka zat pelarut akan semakin cepat menguap.

Pengertian Sifat Koligatif

Hukum Roult merupakan dasar dari sifat koligatif. Kata koligatif berasal dari kata Latin colligare yang berarti berkumpul bersama. Maka dari itu, sifat ini bergantung pada pengaruh kebersamaan (kolektif) semua partikel dan tidak pada sifat dan keadaan partikel.

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya.

Jadi, semakin banyak zat terlarut, maka sifat koligatif akan semakin besar. Sifat koligatif merupakan sifat yang hanya memandang “kuantitas”, bukan “kualitas. Sifat larutan seperti rasa, warna, dan kekentalan (viskositas) merupakan sifat-sifat yang bergantung pada jenis zat terlarut.

Sifat koligatif larutan terdiri dari dua jenis, yaitu sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan nonelektrolit. Selain itu, larutan yang memiliki sifat koligatif harus memenuhi dua asumsi, yaitu:

  • Zat terlarut tidak mudah menguap sehingga tidak memberikan kontribusi pada uapnya.
  • Zat terlarut tidak larut dalam pelarut padat.

Jenis Sifat Koligatif larutan

Terdapat 4 macam sifat koligatif larutan, yaitu:

  1. Penurunan tekanan uap (∆P)
  2. Kenaikan titik didih (∆Tb)
  3. Penurunan titik beku (∆Tf)
  4. Tekanan osmotik (π)

 Dalam tabel periodik unsur kimia, masing-masing kolom bernomor merupakan golongan.

Dalam ilmu kimia, golongan (dikenal juga sebagai famili) adalah kolom unsur-unsur dalam tabel periodik unsur kimia. Terdapat 18 golongan dalam tabel periodik, tetapi kolom blok-f (antara golongan 2 dan 3) tidak diberi nomor. Unsur-unsur dalam satu golongan memiliki karakteristik fisika atau kimia yang sama pada kulit elektron terluarnya (jadi, memiliki muatan inti yang sama), karena sebagian besar sifat kimia didominasi oleh lokasi orbital pada elektron terluar. Terdapat tiga sistem penomoran golongan. Penomoran modern yaitu Golongan 1 hingga Golongan 18 direkomendasikan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC). Sistem penomoran ini menggantikan sistem penomoran lama yang cukup membingungkan. Selain itu, menurut cara lama, golongan dapat diidentifikasi berdasarkan unsur teratas atau memiliki nama tertentu. Sebagai contoh, golongan 16 memiliki dua versi nama, yaitu golongan oksigen dan kalsogen

Unsur yang terletak dalam satu periode memiliki jumlah kulit yang sama.

Unsur unsur yang terletak dalam satu golongan memiliki jumlah elektron valensi yang sama. Namun pada golongan gas mulia unsur He memiliki valensi 2 berbeda dengan Ne,Ar,Kr,Xe,Rn yang memiliki valensi 8 tpi semua gol. Tersebut stabil.

jumlah elektron valensi sama

Suatu unsur dengan 3 kulit dan elektron valensi 5 pada sistem periodik unsur terletak dalam 

Konfigurasi elektron

Penyusunan elektron pada kulit atom disebut dengan konfigurasi elektron. Konfigurasi suatu elektron dapat digunakan untuk menetukan posisi atom dalam tabel periodik unsur. Jumlah elektron pada kulit terakhir atau disebut dengan elektron valensi menentukan sifat kimia suatu atom.

Nomor golongan = elektron pada kulit terakhir = elektron valensi

Nomor periode = jumlah kulit

 

Jumlah kulit = 3

Elektron valensi = 5

 

Golongan

periode

 

 

Berdasarkan penjelasan diatas, didapatkan kesimpulan bahwa :

Nomor golongan = elektron pada kulit terakhir = elektron valensi

Nomor golongan = 5

Golongan = VA

Nomor periode = jumlah kulit

Nomor periode = 3

Periode = 3

 

Golongan VA

Periode 3

Dalam tabel periodic, unsur tersebut terletak pada golongan IA dan periode 4. Golongan dapat ditentukan dari electron valensinya. Adapun periode dapat ditentukan dari jumlah kulit yang ditempati elektron.

Atom dalam penulisannya pada tabel periodic dilengkapi dengan dua data pendukung yaitu nomor massa dan nomor atom.  Nomor atom merupakan angka yang melambangkan jumlah proton atau elektron yang terletak pada suatu atom. Adapun nomor massa merupakan angka yang melambangkan total dari proton dan neutron.

Partikel penyusun atom yang dapat digunakan untuk menentukan letak suatu unsur dalam tabel periodic adalah jumlah electron. Dengan mengetahui elektronnya dapat ditentukan konfigurasi electron yang selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan letak unsur dalam sistem periodic. Pada soal diketahui konfigurasi electron suatu unsur yaitu 2 8 8 1. Konfigurasi electron tersebut merupakan konfigurasi electron berdasarkan kulit, letak unsur dapat ditentukan sebagai berikut.

Golongan

Berdasarkan konfigurasi kulit, golongan dapat ditentukan dari electron valensinya. Adapun kelompok golongan yang dapat diidentifikasia dalah golongan A saja. Dari konfigurasi electron tersebut dapat diketahui bahwa electron valensinya adalah 1 (angka terakhir). Sehingga dapat disimpulkan unsur tersebut terletak pada golongan IA.

Periode

Periode dapat ditentukan dari jumlah kulit yang ditempati electron. Berdasarkan konfigurasi kulit, jumlah kulit dapat dilihat dari banyaknya kolom yang ditempati

2  8  8  1

1  2  3  4

Jadi dapat disimpulkan bahwa jumlah kulit yang ditempati electron adalah 4 sehingga dapat dikatakan bahwa unsur tersebut terletak pada periode 4.

Berdasarkan identifikasi diatas dapat disimpulkan bahwa unsur yang dimaksud terletak pada golongan IA dan periode 4. 

Unsur-unsur yang dikenal dengan nomor atom sebagai berikut 11Na, 19K, 13Al, 17Cl. Unsur yang memiliki jari atom terpanjang adalah​

Jawaban:

11Na= 2.8.1

gol= IA

periode= 3

19K= 2.8.8.1

golongan= IA

Periode= 4

13Al= 2.8.3

golongan= IIIA

Periode= 3

17Cl= 2.8.7

golongan= VIIA

Periode= 3

yang memiliki jari jari terpanjang adalah 19K karena terletak di paling kiri dan paling bawah dalam tabel periodik.

Penjelasan:

Jari jari atom

Dalam satu golongan dari atas ke bawah akan semakin besar, sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin kecil. 

 Jadi, energi ionisasi adalah sifat keperiodikan unsur yang menyatakan besarnya energi yang digunakan suatu atom untuk melepaskan 1 elektron dalam wujud gas. Energi ionisasi salah satu sifat keperiodikan unsur yang artinya adalah energi yang digunakan suatu atom untuk melepaskan 1 elektron dalam wujud gas. Besarnya energi ionisasi dapat dipengaruhi oleh jari-jari atom, semakin besar jari-jari atom maka energi ionisasinya akan semakin kecil (karena jarak elektron terluar ke inti atom semakin jauh). Sebaliknya jika jari-jari atom semakin kecil, maka energi ionisasinya semakin besar.

Pernyataan yang tidak tepat untuk kedua unsur tersebut adalah : kedua unsur tersebut terletak pada periode yang sama 

Di antara unsur-unsur 3Li, 9Be, 11Na, 15P, dan 19K yang memiliki energi ionisasi terbesar adalah 15 P.

Suatu atom akan melepaskan atau menarik elektron yang ada disekitarnya agar memiliki konfigurasi atom yang lebih stabil atau agar memiliki konfigurasi atom gas ideal. Pada saat pelepasan elektron ini atom membutuhkan energi, energi ini disebut energi ionisasi. Energi ionisasi suatu atom ditentukan oleh besarnya jari-jari suatu atom. Semakin besar jari-jari suatu atom akan semakin lemah gaya tarik menarik antara proton dengan elektron, sehingga semakin kecil energi yang dibutuhkan untuk melepas elektron atau energi ionisasinya. Dalam tabel Sistem Periodik Unsur ( SPU ), dalam unsur yang satu golongan dari atas kebawah energi ionisasinya akan semakin kecil, sedangkan dalam unsur yang satu periode dari kiri ke kanan energi ionisasinya akan semakin besar.

Pada soal diatas letak unsur tersebut ada yang dalam satu periode Li dan Be terletak pada periode 2 dan Na dan P terletak pada periode 3. Li, Na dan K pada tabel SPU juga terletak pada 1 golongan. Unsur periode 2 memiliki energi ionisasi lebih kecil periode 3. Sedangkan P dan K terletak pada periode yang berbeda, namun K memiliki energi ionisasi yang sangat kecil, sehingga P adalah unsur yang memiliki energi ionisasi terbesar.

Energi ionisasi dari unsur yang ada pada SPU dapat dilihat pada gambar terlampir.

Pernyataan tidak tepat untuk unsur-unsur yang terletak dalam satu golongan dari atas ke bawah adalah ….

Pernyataan yang tidak tepat adalah energi ionisasi dan keelektronegatifan bertambah, opsi jawaban A dan E. Sifat keperiodikan unsur adalah sifat-sifat yang berubah secara beraturan sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur. Berikut adalah sifat keperiodikan unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah: 1. Jari-jari atom dari atas ke bawah semakin besar, karena semakin banyak jumlah kulit atomnya. 2. Energi ionisasi dari atas ke bawah semakin kecil, karena jari-jari atom semakin besar sehingga daya tarik inti terhadap elektron terluar semakin lemah dan energi ionisasi berkurang. 3. Afinitas elektron dari atas ke bawah semakin kecil, karena daya tarik inti terhadap elektron berkurang. 4. Keelektronegatifan dari atas ke bawah semakin kecil. 5. Sifat logam dari atas ke bawah semakin besar, karena semakin mudah melepas elektron.

Unsur-unsur yang terletak pada satu periode dari kiri ke kanan yaitu ? Energi ionisasi bertambah

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, unsur-unsur yang terletak pada satu periode dari kiri ke kanan yaitu energi ionisasi bertambah.

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya.

Salah satu yang akan di sebebkan oleh keberadaan zat terlarut dalam pelarut adalah ….

Titik didih larutan lebih tinggi daripada titik didih pelarut

Pada pelarut di masukkan zat terlarut yang sukar menguap maka tekanan uap pelarut tersebut     

Terdapat gaya tarik-menarik antar molekul 

Air murni di larutkan dengan sukrosa, maka tekanannya pada saat pemanasan berlangsung adalah  

tekanan uap air akan turun

Tekanan uap menunjukkan kecenderungan suatu cairan untuk menguap. Adanya zat terlarut yang ditambahkan pada pelarut akan membuat tekanan uap turun sehingga butuh suhu yang lebih tinggi untuk mendidihkan larutan tersebut. Apabila pada temperatur 100 degree C dilarutkan sukrosa maka tekanan uap air akan turun. Semakin banyak sukrosa yang dilarutkan, semakin besar penurunan tekanan uapnya, sehingga pada temperatur 100 degree C larutan sukrosa belum mendidih sebab tekanannya kurang dari 1 atm. Larutan ini memerlukan temperatur yang lebih tinggi lagi agar tekanan uap jenuhnya sama dengan tekanan udara di sekitarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 


 


 

0 comments:

Post a Comment