Thursday, November 25, 2021

fase pembelahan meiosis

Pembahasan

Setiap sel dapat memperbanyak diri dengan membentuk sel-sel baru melalui proses yang disebut pembelahan sel atau reproduksi sel. Pembelahan sel dibedakan menjadi dua, yaitu pembelahan secara langsung (amitosis) dan pembelahan secara tidak langsung (mitosis dan meiosis).

A. Pembelahan langsung

Pembelahan langsung adalah pembelahan sel tanpa melalui tahap-tahap pembelahan. Pembelahan lanhsung ini disebut pembelahan biner atau membelah diri yang dialami oleh mikroorganisme seperti bakteri dan protozoa (Amoeba, Euglena, Paramaecium).

B. Pembelahan tidak langsung

Pembelahan sel secara tidak langsung adalah pembelahan yang melalui tahapan-tahapan tertentu. Pembelahan sel secara tidak langsung dibedakan menjadi dua, yaitu pembelahan mitosis dan meiosis

1. Pembelahan mitosis

Terjadi pada sel tubuh, mengalami 1x pembelahan, sifat sel anakan sama dengan sel induk, jumlah kromosom sama dengan induk, sifat kromosom diploid/2n yaitu memiliki kromosom berpasangan.  

Tahap-tahap pembelahan mitosis adalah:

a. Profase

b. Metafase

c. Anafase

d. Telofase

2. Pembelahan meiosis

Terjadi pada pembentukan sel gamet (sperma dan ovum). Mengalami 2x pembelahan. Sifat sel anakan setengah dari sofat induk. Jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom sel induk. Sifat kromosom haploid/n yaitu kromosom tidak berpasangan.

Tahap-tahap pembelahan meiosis dibagi menjadi 2 yaitu meiosis I terdiri dari profase I, metafase I, anafase I, telofase I dan meiosis II yang terdiri profase II, metafase II, anafase II, telofase II.  


dan pembelahan meiosis. Berikut ini penjelasannya: Pembelahan sel Mengutip Kemdikbud RI, pembelahan sel sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Sel mengalami pembelahan karena untuk pertumbuhan, perbaikan dan reproduksi. Pertumbuhan Salah satu ciri makhluk hidup adalah pertumbuhan. Makhluk hidup dapat tumbuh karena sel-selnya bertambah banyak. Semakin banyak sel dalam makhluk hidup maka semakin besar ukuran makhluk hidup itu. Perbaikan Ketika tubuh terluka, setelah beberapa waktu bagian tubuh yang luka akan menutup seperti semula. Bagian tubuh yang mengalami luka itu terjadi kerusakan jaringan. Perbaikan kerusakan jaringan pada tubuh adalah hasil proses pembelahan sel. Reproduksi Reproduksi atau perkembangbiakan adalah salah satu ciri makhluk hidup. Para proses reproduksi seksual, diperlukan sel kelamin untuk membentuk individu baru (anakan). Proses pembentukan sel kelamin ini dilakukan dengan cara pembelahan sel. Baca juga: Alasan Sel Melakukan Pembelahan Jenis pembelahan sel Menurut teori sel, semua sel hidup berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya (omnis cellula e cellula). Teori ini dinyatakan oleh Rudolf Virchow pada 1855. Pembentukan sel-sel baru atau anakan dari sel yang sudah ada sebelumnya dapat terjadi melalui proses pembelahan sel. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Jenis pembelahan sel ada dua macam yaitu pembelahan mitosis dan meiosis. Berikut ini penjelasan macam pembelahan sel: 1. Pembelahan mitosis Pembelahan mitosis terjadi pada sel-sel tubuh (sel somatik) makhluk hidup. Pada pembelahan ini dihasilkan sel anak yang mempunyai jumlah kromosom sama dengan kromosom sel induk. Pembelahan mitosis adalah tipe pembelahan sel yang menghasilkan 2 sel anakan. Sel anakan ini mempunyai karakter identik secara genetik dengan sel induk. Artinya kedua sel anakan yang terbentuk mempunyai susunan genetika sama, termasuk sama jumlah kromosom dengan induk. Jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah 2n atau disebut dengan diploid. Sel diploid adalah sel-sel yang kromosomnya berpasangan (2n). Pembelahan mitosis adalah proses yang berkesinambungan yang terdiri atas empat fase pembelahan. Empat fase pembelahan mitosis adalah profase, metafase, anafase, dan telofase. Pada tahap akhir pembelahan mitosis (fase telofase), umumnya selalu diikuti pembelahan sitoplasma yang disebut sitokinesis. Saat sitokinesis, terbentuk cincin pembelahan yang berfungsi membagi sitoplasma sehingga terbentuk dua sel anakan. Fase-fase pembelahan mitosis atau tahapan pembelahan mitosis adalah: Profase Membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil (fragmen); Benang-benang kromatin memadat menjadi kromosom. Metafase Kromosom berjejer pada bidang pembelahan. Anafase Kromatid saudara dari setiap pasangan memisah menuju kutub yang berlawanan; Pada akhir anafase kedua kutub sel memiliki kromosom yang jumlahnya sama. Telofase Membran inti mulai kembali bergabung; Kromosom mulai meregang. Baca juga: Transformasi Energi dan Metabolisme Sel 2. Pembelahan meiosis Pembelahan meiosis hanya terjadi pada organ kelamin. Pembelahan meiosis berfungsi untuk menghasilkan sel gamet (sel telur dan sel sperma). Melalui pembelahan ini akan dihasilkan sel anak yang mempunyai kromosom setengah dari kromosom sel induk. Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan 4 sel anakan yang masing-masing sel memiliki separuh dari jumlah kromosom sel induk. Jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah n atau disebut haploid. Maka, pembelahan sel meiosis disebut sebagai pembelahan reduksi. Fase-fase pembelahan meiosis mirip dengan fase-fase pembelahan mitosis. Pembelahan meiosis berlangsung dalam 2 tingkat, yaitu meiosis I dan meiosis II. Fase pembelahan meiosis I adalah: Profase I Membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil (fragmen) dan terbentuk gelendong pembelahan; Benang-benang kromatin memadat menjadi kromosom dan kromosom homolog berpasangan; Terjadi pindah silang (pertukaran segemen molekul DNA yang sesuai di antara kromatid non saudara). Metafase I Kromosom berjejer pada bidang pembelahan. Anafase I Kromosom homolog memisah dan bergerak ke kutub-kutub yang berlawanan. Telofase I Kromosom homolog memisah dan bergerak ke kutub-kutub yang berlawanan; Membran inti mulai terbentuk kembali; Sitokinesis menyebabkan terbentuknya dua sel anakan yang bersifat haploid. Fase pembelahan meiosis II adalah: Profase II Membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil (fragmen) dan terbentuk gelendong pembelahan; Kromatid mulai bergerak ke bidang pembelahan. Metafase II Kromosom berjejer pada bidang pembelahan. Anafase II Kromatid terpisah dan bergerak ke kutub-kutub yang berlawanan. Telofase II Nukleus terbentuk, kromosom terurai membentuk kromatin, dan sitokinesis terjadi

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pembelahan Sel: Mitosis dan Meiosis", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/07/03/150009569/pembelahan-sel-mitosis-dan-meiosis.
Penulis : Arum Sutrisni Putri
Editor : Arum Sutrisni Putri

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
dan pembelahan meiosis. Berikut ini penjelasannya: Pembelahan sel Mengutip Kemdikbud RI, pembelahan sel sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Sel mengalami pembelahan karena untuk pertumbuhan, perbaikan dan reproduksi. Pertumbuhan Salah satu ciri makhluk hidup adalah pertumbuhan. Makhluk hidup dapat tumbuh karena sel-selnya bertambah banyak. Semakin banyak sel dalam makhluk hidup maka semakin besar ukuran makhluk hidup itu. Perbaikan Ketika tubuh terluka, setelah beberapa waktu bagian tubuh yang luka akan menutup seperti semula. Bagian tubuh yang mengalami luka itu terjadi kerusakan jaringan. Perbaikan kerusakan jaringan pada tubuh adalah hasil proses pembelahan sel. Reproduksi Reproduksi atau perkembangbiakan adalah salah satu ciri makhluk hidup. Para proses reproduksi seksual, diperlukan sel kelamin untuk membentuk individu baru (anakan). Proses pembentukan sel kelamin ini dilakukan dengan cara pembelahan sel. Baca juga: Alasan Sel Melakukan Pembelahan Jenis pembelahan sel Menurut teori sel, semua sel hidup berasal dari sel yang sudah ada sebelumnya (omnis cellula e cellula). Teori ini dinyatakan oleh Rudolf Virchow pada 1855. Pembentukan sel-sel baru atau anakan dari sel yang sudah ada sebelumnya dapat terjadi melalui proses pembelahan sel. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Jenis pembelahan sel ada dua macam yaitu pembelahan mitosis dan meiosis. Berikut ini penjelasan macam pembelahan sel: 1. Pembelahan mitosis Pembelahan mitosis terjadi pada sel-sel tubuh (sel somatik) makhluk hidup. Pada pembelahan ini dihasilkan sel anak yang mempunyai jumlah kromosom sama dengan kromosom sel induk. Pembelahan mitosis adalah tipe pembelahan sel yang menghasilkan 2 sel anakan. Sel anakan ini mempunyai karakter identik secara genetik dengan sel induk. Artinya kedua sel anakan yang terbentuk mempunyai susunan genetika sama, termasuk sama jumlah kromosom dengan induk. Jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah 2n atau disebut dengan diploid. Sel diploid adalah sel-sel yang kromosomnya berpasangan (2n). Pembelahan mitosis adalah proses yang berkesinambungan yang terdiri atas empat fase pembelahan. Empat fase pembelahan mitosis adalah profase, metafase, anafase, dan telofase. Pada tahap akhir pembelahan mitosis (fase telofase), umumnya selalu diikuti pembelahan sitoplasma yang disebut sitokinesis. Saat sitokinesis, terbentuk cincin pembelahan yang berfungsi membagi sitoplasma sehingga terbentuk dua sel anakan. Fase-fase pembelahan mitosis atau tahapan pembelahan mitosis adalah: Profase Membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil (fragmen); Benang-benang kromatin memadat menjadi kromosom. Metafase Kromosom berjejer pada bidang pembelahan. Anafase Kromatid saudara dari setiap pasangan memisah menuju kutub yang berlawanan; Pada akhir anafase kedua kutub sel memiliki kromosom yang jumlahnya sama. Telofase Membran inti mulai kembali bergabung; Kromosom mulai meregang. Baca juga: Transformasi Energi dan Metabolisme Sel 2. Pembelahan meiosis Pembelahan meiosis hanya terjadi pada organ kelamin. Pembelahan meiosis berfungsi untuk menghasilkan sel gamet (sel telur dan sel sperma). Melalui pembelahan ini akan dihasilkan sel anak yang mempunyai kromosom setengah dari kromosom sel induk. Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan 4 sel anakan yang masing-masing sel memiliki separuh dari jumlah kromosom sel induk. Jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan adalah n atau disebut haploid. Maka, pembelahan sel meiosis disebut sebagai pembelahan reduksi. Fase-fase pembelahan meiosis mirip dengan fase-fase pembelahan mitosis. Pembelahan meiosis berlangsung dalam 2 tingkat, yaitu meiosis I dan meiosis II. Fase pembelahan meiosis I adalah: Profase I Membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil (fragmen) dan terbentuk gelendong pembelahan; Benang-benang kromatin memadat menjadi kromosom dan kromosom homolog berpasangan; Terjadi pindah silang (pertukaran segemen molekul DNA yang sesuai di antara kromatid non saudara). Metafase I Kromosom berjejer pada bidang pembelahan. Anafase I Kromosom homolog memisah dan bergerak ke kutub-kutub yang berlawanan. Telofase I Kromosom homolog memisah dan bergerak ke kutub-kutub yang berlawanan; Membran inti mulai terbentuk kembali; Sitokinesis menyebabkan terbentuknya dua sel anakan yang bersifat haploid. Fase pembelahan meiosis II adalah: Profase II Membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil (fragmen) dan terbentuk gelendong pembelahan; Kromatid mulai bergerak ke bidang pembelahan. Metafase II Kromosom berjejer pada bidang pembelahan. Anafase II Kromatid terpisah dan bergerak ke kutub-kutub yang berlawanan. Telofase II Nukleus terbentuk, kromosom terurai membentuk kromatin, dan sitokinesis terjadi

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pembelahan Sel: Mitosis dan Meiosis", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/07/03/150009569/pembelahan-sel-mitosis-dan-meiosis.
Penulis : Arum Sutrisni Putri
Editor : Arum Sutrisni Putri

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

0 comments:

Post a Comment